Demokrasi Adalah

Apakah demokrasi itu? Tanyakan kepada mahasiswa, maka ia akan menjawab betapa itu penting, esensial, dan fundamental bagi keberlangsungan sebuah negara. Ia, kemungkinan besar, akan mengkutip Voltaire, JJ Rousseau, atau bahkan Descartes [jika ia sok tahu]. Ia akan bicara tentang betapa kuatnya pengaruh demokrasi pada penciptaan iklim bernegara yang bebas, pers yang independen dan berfungsi sebagai watchdog pemerintahan, dan sebagainya. Bersyukurlah jika ia bukan mahasiswa idealis yang suka berdemo, atau kau akan diajak bicara berjam-jam.

Tanyakan kepada salah satu orang di jalan, di bis, atau siapapun yang kamu pilih secara acak. Kemungkinan besar kamu akan mendapat jawaban : pemilu. Demokrasi adalah pemilu. Pemilu adalah demokrasi.

Tanyakan kepada politisi. Kemungkinan, pertama, ia akan balik bertanya, kamu dari media mana. Jika kamu bukan orang media, ia tidak akan menjawab kamu karena waktunya terlalu berharga. Daripada menjawabmu, lebih baik ia berkampanye untuk merebut jabatan yang diimpikannya siang-malam. Tetapi kalau kamu dari media, kamu akan dijadikan alat kampanyenya. Dia akan menyembur-nyembur tentang betapa demokrasi penting bagi rakyat kecil, dan bahwa ia adalah agen pembaharu masyarakat.

Tetapi jangan lupa, tanyakan juga pada orang-orang yang dikotak-kotakkan secara statistik sebagai “orang kecil”. Dan siap-siaplah menemukan jawaban jujur bahwa demokrasi adalah alat penguasa untuk tetap berkuasa. Bahwa esensi kebebasan berpendapat hanya akan menuntun kepada kekuasaan mayoritas. Dan di dunia dimana mayoritas berkuasa, minoritas hanyalah kutu. Tidak ada tempat bagi kutu.

Dapatkan jawaban dari orang minoritas, bahwa para mayoritas terlahir dengan bawaan untuk memakan sesamanya. Bahwa perbedaan adalah alasan untuk membunuh, dan hak asasi manusia adalah ee.

Dapatkan jawaban dari para minoritas, bahwa kaum mayoritas adalah para kanibal yang tidak pernah berhenti lapar.

Pada akhirnya, dapatkanlah jawaban dari semua orang, bahwa di dunia yang penuh demokrasi ini, hati nurani adalah sebuah minoritas. Dan didalam demokrasi, tidak ada tempat bagi minoritas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s