Tentang Mereka

Its just wind, it blows everywhere…

– Dave Spitzer, karakter utama film “Weather Man”

Dave Spitzer adalah seorang pembawa acara ramalan cuaca di sebuah stasiun TV di kotanya. Ia bergaji ratusan ribu dollar per tahun, plus dikenal semua orang di kota itu. Tapi, Dave merasa pekerjaan itu sebuah kebohongan besar. Tak ada yang tahu, bahwa peramal cuaca hanyalah boneka cuap-cuap didepan kamera yang menunjuk-nunjuk ke layar biru dengan akurasi letak tangan. Itu saja. Bukan akurasi prediksi cuaca. Karena bagaimanapun, seperti yang dikatakannya, dan pada akhirnya menjadi kutipan terkenal dari film medioker ini: “Its just wind, it blows everywhere“.

Semua profesional pasti mengetahui kebohongan besar yang terkait di bidangnya. Akbar Tanjung, dalam sebuah wawancara di harian nasional mengatakan: “dalam politik, tidak ada sahabat, yang ada hanyalah kepentingan“. Semakin seseorang mengenal bidangnya, semakin ia melihat dengan jelas semua kelemahan-kelemahan yang ada di bidangnya. Seorang pekerja humas, sesungguhnya adalah pembohong. Ingat, semboyan suci mereka adalah “tell the truth, but not the whole truth“. Dan siapakah yang menjadi sahabat sejati para pekerja humas? Pastilah bukan para jurnalis, karena mereka adalah budak-budak yang akan menarik mereka menuju anak tangga karir berikutnya.

Semua profesi, mempunyai boroknya masing-masing. Tepat seperti Dave “Weather Man” Spitzer. Bahkan badutpun lebih jujur daripada pembawa acara ramalan cuaca. Setidaknya badut tidak terlihat-pintar-padahal-tidak-tahu-apa-apa.

Tapi, mungkin demikianlah seharusnya. Seseorang yang semakin jelas melihat borok pada bidang yang ditekuninya, berarti sudah melihat realita. Dan segala sesuatu yang berhubungan dengan realita adalah sehat. Apalagi bagi seorang jurnalis.

Kamu tidak akan merasakan bahwa kamu semakin hebat. Tidak ada yang berubah. Tulisanmu mungkin tidak akan mengguncangkan rezim, menumbangkan diktator, menggali kebenaran yang tersembunyi. Kamu mungkin tidak akan membongkar kasus kejahatan lingkungan terkenal, tidak menemukan barang bukti menuju sebuah kasus korupsi terbesar dalam sejarah, atau menyeret seorang anggota dewan karena sebuah skandal tersembunyi.

Tetapi, semua akan terjadi begitu saja. Satu per satu orang datang dan memuji tulisanmu. Orang akan datang dan pergi, dan kamu akan tahu siapa yang patut dipercaya, dan siapa yang tidak.

Pemerintahan tidak akan pernah benar, begitupun pejabat. Begitupun sarana transportasi. Begitupun harga-harga barang. Begitupun koneksi internet.

Tetapi, hak istimewa bagi seorang pewarta kebenaran adalah sudut pandang yang jernih, dan banyak. Dan itu berarti pilihan. Pilihan terhadap kata-kata. Pilihan terhadap sudut pandang penulisan. Pilihan terhadap ide-ide apa yang akan disampaikan. Itulah hak istimewa seorang jurnalis. Dia dapat memilih apapun untuk dikatakan. Tidak ada yang rahasia bagi jurnalis. Itulah yang diberikan iblis bernama “ketidakadilan”… kepada para jurnalis. Persis seperti yang dikatakan seorang sahabat: ketidaktahuan adalah anugerah.

One response to “Tentang Mereka

  1. ketidaktahuan adalah anugrah tu kya yg dibilang pramoedya yg gue 110% setuju.
    tapi ketika berbicara tentang kebenaran? apa si kebenaran?
    klo menurut gue si kebenaran seperti seorang teman atheis (tenang yang ini temannya lo ga kenal) menganggap tuhan: ga ada cuman dianggap ada biar lebih romantis
    yaah biar anda bisa bicarabicara seperti ini dan saya bisa balasbalas seperti ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s