Sebuah Kejutan Entah Dari Mana

Ide, adalah si sombong yang angkuh. Ia datang dan pergi sekehendak hatinya. Persis seperti angin, yang tidak pernah minta ijin jika hendak menampakkan diri, dan tidak pernah mengucapkan selamat tinggal jika hendak berganti tujuan. Bagi mereka berdua, tidak ada batasan. Hati semua manusia adalah kuburan terbuka bagi Ide, dan semua sudut dunia adalah pintu yang tidak pernah tertutup bagi angin.

Bagi banyak orang, Ide begitu nyata, dan sangat tidak nyata. Semua membahasnya. Semua tahu kehebatannya. Tetapi semua sepakat akan suatu hal: bahwa tidak seorangpun mempunyai sebuah cara yang pasti untuk menemuinya.

Ide, berbeda dengan sang pelacur tua bernama uang. Uang tidak pernah memilih-milih dengan siapa dirinya bertemu. Ia adalah kawan baik semua orang. Ia selalu siap memberikan apapun yang kamu mau. Kapanpun. Dimanapun. Asal kamu mampu memberikan apa yang dia inginkan. Tetapi, kawan, uang lebih bijaksana dibandingkan Ide. Uang tahu semua keburukan manusia.

Uang tahu, bahwa dia digunakan seorang agamawan, untuk membayar pelacur, atau membayar sepasukan tentara untuk membunuh. Ia tahu, bahwa kadang, keputusan penting didalam pemerintahan yang terkait dengan hajat hidup orang banyak, harus dibeli dengan uang. Ia juga tahu, bahwa kadang, diantara degil dan kikirnya manusia, masih ada beberapa orang yang menggunakan dirinya untuk mengatakan sebuah pesan, bahwa dunia belum kehabisan orang baik.

Semua pengetahuan ini, tidak dimiliki Ide. Tetapi jangan salah. Ide jauh lebih menggairahkan. Ide mempesona semua orang, dan membuat orang mabuk kepayang akan godaan tarian-tariannya yang mengundang hasrat. Ia mampu membuat dirimu bergairah. Ia menggerakkan sendi-sendi dalam tubuhmu, kepalamu, dan disaat yang sama, menggelitik hatimu dan membolak-balik kepalamu. Satu Ide besar, dapat meledakkan orang-orang disekelilingmu, membuat mereka tertawa kagum dalam hati, atau menggila dibalik datarnya tatapan muka dan bibir sinis orang-orang.

———————————————————————————

Sudah lama aku berkawan dengan si pelacur tua bernama uang. Ah, dan lihat, dia begitu setia menemani…. jika kamu punya yang dia mau.

Tetapi, belum lama ini, si angkuh tua bernama Ide datang. Seperti biasa, tidak diundang. Sejak bumi dibentuk oleh Yang Maha Kuasa, Ide tidak pernah diundang untuk datang. Ia, punya kekuasaannya sendiri. Sebuah hak prerogatif yang mengagumkan.

Ide ini, datang didalam sebuah pembicaraan omong kosong dengan dua sahabat hebat yang jauh dari omong kosong. Sebuah omong kosong yang menyediakan tempat bagi berlabuhnya Ide. Bagaimanapun, elang tidak akan datang ke sangkar yang berisi, bukan?

Bermula dari sedikit ini dan sedikit itu. Dan didalam ruang-ruang ciptaan Tim Berners Lee itulah, Sang Ide berkenan menunjukkan dirinya kepada tiga orang ini-salah satunya aku.

Kini, biarkan Ide itu tumbuh besar. Sebuah ciptaan, yang pada akhirnya akan membuat kami tercipta kembali. Dan pada saatnya nanti, biarkan Kata-Kata Digital yang menceritakannya padamu. Dan bersiaplah untuk merasakan gairah dan tarian-tarian menggoda darinya, dari Ide.

One response to “Sebuah Kejutan Entah Dari Mana

  1. tulisan yang bagus…

    salam kenal…

    Im Miss that Oldman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s