Hati

Ini tentang hati. Dan setiap hati mengenal jeritannya masing-masing. Hati mengerang-erang kesakitan sendirian. Dan siapakah yang bisa melihatnya? Karena setiap kali kita membukanya, menyentuh, dan membelainya, hati akan larut dalam kecanduan. Dan usaha untuk menghentikan kecanduan ini, adalah sebuah euthanasia, pembunuhan dengan sengaja. Terhadap diri sendiri.

Lupakan masyarakat. Lupakan visi. Lupakan tujuan dan tenggat waktu. Hati belum siap untuk semua itu. Ia masih berjongkok di sudut ruangan gelap, sambil berharap bahwa: sekali ini saja, saraf-saraf ingatan di otak menghapus semua memori-memori itu.

Akan ada saatnya ketika ia berdiri tegak, mengatasi masalah dengan berani. Akan ada saatnya ketika ia tegak menatap mata musuh, dan membuatnya ciut. Akan ada saatnya komitmen dibangun, kerja keras dilakukan, kejujuran dipertahankan. Akan ada saatnya.

Tapi bukan sekarang.

Sekarang, biarkan ia tergeletak tak berdaya. Sendiri, dan tetap sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s