Sariawan

Hello sunshine…

Come into my life…

Itu lagu pertama di deretan aplikasi pemutar musikku. Cocok sekali dengan suasana pagi ini, dimana matahari terasa bersahabat. Beda dengan hari-hari biasanya di bulan November.

Pagi ini, semua terasa normal. Menyenangkan. Kecuali satu hal, sariawan. Dan kali ini, ada di sisi lidah, dengan ukuran yang cukup membuatku murung seharian. Lebih baik kesepian daripada sariawan. Setidaknya, dengan kesepian aku bisa melihat dengan jelas orang-orang lain disekelilingku. Kesepian membuat segalanya terlihat jernih: tanggungjawab, cinta, motivasi, tujuan, bahkan, dosa.

Aku serius, kawan. Lebih baik kesepian daripada sariawan. Sariawan membuatmu sulit bicara, padahal semuanya ada di ujung mulutmu.

Bukankah itu menakutkan? Itu seperti kamu sedang mendekati seseorang, mencintainya dengan hatimu, kepalamu, dan semua sisi baik dalam dirimu. Tetapi kamu tidak bisa mengatakannya. Entah kenapa, kamu tidak bisa membuatnya mengerti. Semuanya sudah diujung mulutmu, dan seluruh bagian dari dirimu menjerit-jerit untuk bisa mengatakannya. Tapi tidak bisa. Kamu hanya akan melihatnya, dan mengaguminya dari jauh. Kamu hanya akan menonton dia, dengan semua pesonanya. Dan hanya itu saja.

Seperti itulah rasanya sariawan. Sudah kubilang lebih baik kesepian daripada sariawan.

One response to “Sariawan

  1. memang lebih enak kesepian daripada sariawan…
    hey kak, nih blog ku
    anggitagultom.wordpress.com
    kasih comment yaaah hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s