Hukuman

…funny, last night i was thinking, what is punishment. Being in jail isn’t punishment, if you dont like the life outside. Neither is death, if life is painful to live. I’ll tell you what is punishment to me..

“What?”

…Is hoping that there’s someone for you. And after years of no one, you find him, and still you can’t find him…

Itu adalah percakapan dua orang, Truman Capote dan Perry dalam sebuah adegan di film Infamous. Capote adalah penulis dari Breakfast at Tiffany’s dan In Cold Blood. Dalam film ini, ia diceritakan sedang dalam proses menulis bukunya yang fenomenal itu, In Cold Blood. Lawan bicaranya, Perry, adalah narapidana yang baru saja mendapat hukuman mati. Ia terbukti membunuh empat keluarga yang terkenal baik, disebuah kota yang semula sangat damai.

Dalam dialog itu, sebuah kata-kata yang sangat berkesan, diucapkan Perry kepada Capote:

Penjara, bukan hukuman, apalagi ketika kehidupan bebas diluar penjara ternyata menyakitkan. Juga hukuman mati, apabila hidup ternyata lebih menyakitkan.

Dia kemudian melanjutkan…

Hukuman bagiku adalah, mengetahui bahwa ada orang yang peduli kepadaku, dan tepat pada saat itu, aku tidak dapat bersamanya [karena dihukum mati]”

Perry, sejak kecil memang tidak pernah mendapat kasih sayang orangtua. Ibunya meninggalkan dia, lalu mati bunuh diri. Ayahnya juga membuang dia, dan menghina semua hal tentang dia.

Ketika bertemu dengan Capote, itulah pertama kalinya ia bisa melihat “simpati”, dan bahkan “empati”. Capote memang benar-benar mencoba melihat sisi lain dari Perry. Ia, adalah satu-satunya pembunuh, yang ia tahu, bersikap sangat baik sebelum membunuh korbannya.

Perry, sebelum menggorok leher korbannya, meletakkan bantal di kepala korbannya. Juga memakaikan selimut. Mirip seperti Yudas kepada Yesus, yang mencium pipiNya, sambil menyerahkanNya kepada orang-orang yang akan menyalibkanNya.

Dan saat Perry bertemu dengan satu-satunya orang yang bisa melihat sisi lain dirinya itulah, ia harus mati. Itulah hukuman untuk Perry.

Apakah hukuman bagimu?

Dipenjara? Dikurung dalam kamar? Menjadi miskin? Menjadi musuh publik?

Bagiku, hukuman adalah mengetahui apa yang aku lakukan tidak berarti untuk orang lain, khususnya orang-orang terdekatku. Hukuman, adalah tidak mempunyai siapa-siapa untuk diajak bicara, tepat seperti yang sering dialami semua anak tunggal. Untuk mengetahui bahwa banyak hal dalam hidup berada diluar kendali kita. Untuk menjadi kesepian, saat kita tidak ingin kesepian, dan menjadi sosial, disaat kita tidak ingin menjadi sosial.

Aku tidak ingin dihukum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s