Angin dan Gravitasi

Saya ingin sekali main bungee jumping sampai-sampai saya suka berkhayal sedang melakukannya. Jadi, saya akan pakai alatnya di pinggang, lalu instruktur saya akan menjelaskan sebentar tentang teknis-teknisnya… lalu saya bersiap-siap di pinggir jurang.

Saya berhenti sebentar, menahan nafas, lalu melihat kebawah.

Dibawah, kira-kira tiga ratus meter jaraknya, ada danau. Itu jauh sekali sampai-sampai kepala orang yang sedang berenang disana hanya terlihat seperti beras. Orang-orang berteriak-teriak dari bawah, tapi suaranya hampir tidak terdengar karena jauh. Angin terasa kencang sekali, karena tempat saya berdiri itu tinggi. Lalu saya berdoa sebentar dalam hati, kemudian memeriksa sebentar ikatan-ikatan pengaman.

Lalu, saya lompat.

bungee_jumping_29d

Saya membuka tangan, sambil tiba-tiba merasa kehilangan kontrol atas apapun. Kontrol atas diri saya sudah diambil alih gravitasi! Saya jatuh dengan cepat kebawah, kira-kira secepat pesawat militer yang sedang menukik! Oke, berlebihan. Mungkin secepat burung yang sedang menukik!

Saat melayang itulah, yang membuat kerepotan sebelum dan sesudahnya jadi impas. Saya bebas! Ketiadaan kontrol justru membuat saya sangat bebas! Saya tidak perlu khawatir tentang deadline, masa depan, uang, pacar, rencana, kondisi politik, perasaan kesepian, bencana alam, keluarga, kondisi ekonomi, harapan, konflik dengan negara tetangga, selebriti yang bercerai, Juventus yang sedang tidak baik kondisinya, tugas, harapan-harapan orang lain, anak-anak muda di daerah terpencil, saudara yang kurang beruntung, dan jutaan hal lainnya.

Saya dikuasai oleh gravitasi. Dan angin. Dan setiap jarak didalam lompatan -atau kejatuhan- itu seperti perayaan besar akan keberadaan saya. Hai dunia, saya ada!! Tidak perduli masalah-masalah diatas, tidak perduli apa kata orang,  saya ada disini! Dan saya menikmatinya.

Saya jadi ingat, bahwa mungkin, perasaan yang sama terjadi saat kita menyayangi seseorang. Banyak hal kita tunda dulu untuk dipikirkan: apakah dia suka saya, apakah dia sedang suka orang lain, apakah dia akan mengecewakan, bagaimana nanti dengan ini, bagaimana nanti dengan itu, bla bla bla. Yang penting adalah saat “S” dan waktu “W”. Itulah yang membuat kita seolah ingin berhentikan waktu sebentar, dan menyesap semua kebahagiaan disaat itu. Itulah juga yang membuat semua ancaman -baik yang nyata maupun yang cuma di kepala kita- menjadi hilang.
Saat itulah, kita menjadi tidak perduli lagi dengan kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin datang. Well, kemungkinan buruk akan selalu ada. Tapi ada hal lain yang lebih menarik: angin dan gravitasi. Silakan terjemahkan angin dan gravitasi sesukamu. Apakah itu orang, pekerjaan, benda, hobi, atau apapun.

Saya tahu apa yang menjadi angin dan gravitasi bagi saya. Saya mencatatnya diam-diam.

Dan entah kenapa, tulisan itu setiap hari semakin tebal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s