Cerita Skripsi

Melihat kebelakang, ke jangka waktu beberapa bulan sebelum sekarang, saya jadi merasa sangat beruntung.

Saya mengerjakan skripsi selama 6 bulan. Empat diantaranya terbuang sia-sia karena topik saya ditolak. Satu diantaranya juga sia-sia karena topik lainnya ditolak lagi. Dan satu bulan terakhir, berhasil. Dua puluhan hari tepatnya.

Selama dua puluhan hari itu… saya merasa sedang bermain roller coaster. Semuanya sangat cepat. Ekstra cepat. Emosi naik turun. Kecewa-optimis-pesimis-biasa saja-optimis-pesimis-biasa saja… begitu seterusnya.

Dan salah satu yang paling membuat saya kagum adalah… bahwa kemudian saya sadar, bahwa selama dua puluhan hari itu, tidak ada satu kalipun saya salah langkah. Semua keputusan, tindakan, pilihan saya benar. Semuanya merupakan langkah maju. Tidak berbelok, apalagi mundur.

Mungkin itu keberuntungan. Mungkin itu hasil kerja keras.
Tapi saya lebih suka menyebutnya hasil pimpinan Tuhan. Mungkin, itu yang paling masuk akal kalau melihat bagaimana kerja keras beberapa bulan ini disempurnakan dengan berbagai kebetulan, bantuan-bantuan tak terduga, kemunculan orang-orang yang sebelumnya tidak disangka-sangka akan membantu, dan semua keberadaan sumber-sumber yang sebelumnya tidak diikutkan dalam rencana.

Berikutnya… dunia kerja. Saya siap untuk tantangan berikutnya. Oke, setidaknya, saya pikir bahwa saya siap untuk tantangan berikutnya. Selamat datang, dunia baru.

2 responses to “Cerita Skripsi

  1. Hey bundar selamat yaa bener kan apa kate aye, bisa cepet asal niat!Hehehe eniwei kita bikin klub pencinta mba dona yu,hahahaha

    btw jangan langsung kerja fulltime ney, freelance aja dulu, nikmatin dunia

  2. “Freelancing, especially foreign freelancing, is for the birds. It is a profession without security, grossly, almost laughingly, underpaid. It is the province of maladjusted freaks, outsiders who cannot work in the system back home, characters who inhabit a twilight, pension-less world . . .”

    – Kieran Cooke, BBC

    Kalo bener2 nganggur dan ada freelance, ya okelah. Tapi selama masih ada pilihan buat fulltime, biarpun itu bukan bidang yang bener2 gue suka, kayaknya gue akan ambil. Hehehe…

    cepet kerja cepet dapet pacar, Nal. Oiya, gue setuju tuh bikin Mbak Donna Fans Club. Hihihihi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s