Jurnalisme Twitter?

Saya baru saja membaca sebuah artikel di koran tentang peran Twitter menyebarkan informasi saat detik-detik awal terjadinya bom Mega Kuningan, kira-kira satu minggu lalu. Banyak hal menarik yang saya temukan dalam artikel itu.

Pertama, penulis artikel itu menyamakan Twitter dengan jurnalisme. Peran Twitter dalam menyebarkan informasi disetarakan dengan praktek jurnalisme yang selama ini kita kenal. Pada Twitter, informasi disebarkan melalu status updates yang entah kenapa, lebih cepat berubah dari status updates yang ada di Facebook. Hal inilah yang menurut penulis artikel koran tersebut, sangat membantu penggunanya untuk mendapatkan informasi mengenai bom Mega Kuningan. Dia lalu menempelkan berkali-kali “Twitter” dan “jurnalisme”, sehingga abrakadabra! Lahirlah frase baru: Jurnalisme Twitter.

twitter_logo

Apakah itu benar?
Perlu diingat bahwa Twitter adalah sebuah situs jejaring sosial. J-e-j-a-r-i-n-g  s-o-s-i-a-l.
Twitter bukan media online. B-u-k-a-n  m-e-d-i-a  o-n-l-i-n-e.

Kenapa saya norak dalam menuliskan karakteristik dasar Twitter ini? Karena fungsi Twitter sebagai situs jejaring sosial benar-benar menjelaskan peran Twitter. Situs ini, lebih seperti tempat bergunjing maha luas. Bayangkan ini sebagai sebuah café besar. Atau forum bebas di sebuah kantin. Atau balai pertemuan. Intinya, ini adalah tempat bersosialisasi di dunia maya. Proses komunikasi yang terbentuk adalah karena relasi, bukan informasi. Kalaulah ada informasi yang disebarkan, maka itu adalah efek yang tidak terhindarkan dari diseminasi informasi. Informasi ikut disebarkan karena adanya nilai berita yang sangat besar:

bom meledak lagi di Mega Kuningan, empat hari sebelum kedatangan MU dan bertepatan dengan penghitungan hasil pemilu presiden.

Topik itu kemudian jadi bahan obrolan [bukan berita] dalam Twitter. Inilah diseminasi informasi.

Situs komunitas sosial: diseminasi informasi
Media online: berita dalam format digital

Diseminasi informasi: informasi + gosip + dugaan + khalayan
Berita dalam format digital: informasi [saja]

Diseminasi informasi: dimensi relasi
Berita dalam format digital: dimensi isi

Kedua, yang menarik dari artikel di koran itu adalah pemakaian bahasa Inggris “Twitter Journalism“. Penulisnya mungkin seorang yang cerdas, modern, dan mampu berbahasa Inggris, tetapi lupa bahwa Twitter adalah nama, dan tidak perlu sama sekali menyesuaikan kata “jurnalisme” menjadi “journalism”.  Mungkin ia pernah sesekali membaca frase-frase unik macam “cultural industry“, “yellow journalism” dan sebagainya, sehingga ia berpikir: “Aha! Lucu juga kalau pakai bahasa Inggris”. Atau, ia mungkin berpikir bahwa semua ide yang sudah dirapikan dalam bentuk konsep itu harus dialihbahasakan menjadi bahasa Inggris.

Ah, apa ini yang saya tulis. Mungkin saya lupa bahwa sekarang ini bukan jaman Rosihan Anwar atau Muchtar Lubis. Saya lupa, ini sudah tahun 2009… ini jamannya Manohara dan Cinta Laura. Aih… saya perlu ingat itu baik-baik kalau mau tetap waras di jaman ini.

4 responses to “Jurnalisme Twitter?

  1. setuju! org emg suka menyalahartikan peran informasi dlm twitter jadi informasi yang bs dipercaya. jadi lebih banyak twitter malah memunculkan kepanikan yg gak perlu yg blm tentu bener. kya waktu bom itu kan terus banyak bgt isu2 bom di fx lah, di tebet lah.

    pas #indonesiaunite mulai rame, gue merhatiin bbrp temen gue yg berusaha ngurangin kepanikan itu. dan mnrt gue itu tindakan ‘twitter journalism’ yang sangat bertanggung jawab. dan si penulis di koran ini telah melakukan tindakan yg sgt tidak bertanggung jawab dgn bikin2 istilah sembarangan!

    mustinya tulisan lo yg dimuat di koran ney!

  2. aduhai deh tulisannya, agak tertohok sedikit, hehehe

  3. CALON SKRIPSI GWWWWW!!!!

  4. i love twitter anyway,,hehe ga nymbung ya??
    ney, lo bagus bgt nulisnya..g juga dah bikin blog tapi ga sebagus blog lo..hehe btw, g perlu blajar dari lo nii…tentang design blog, etc..hehe sama2 hobby nulis nii kita..

    gmn caranya ney supaya ada followers gitu di face book? mau dunk..hehe trus list friends itu buat apa? apa bedanya link sama blog roll sama blog?

    mav yaa udik…baru blajar..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s