Tapi kamu digaji kan?

Dalam sebuah obrolan antara mama, tante dan saya, seperti biasa, kita saling berbagi kabar masing-masing. Dan seperti biasa, (seingat saya) saya jarang bercerita tentang kabar saya sendiri, sebelum orang lain bertanya dulu. Akhirnya tante saya bertanya.

Tante: Kamu kerja apa sekarang? Udah enggak di CBN kan?

Saya:  Engga, udah pindah.

Tante: Oh gitu.. Dimana kantornya? Sekarang pindah kosan dong? Apa pergi-pulang?

Saya: Di Buncit. Tapi biasanya dirumah. Saya kerja dari rumah.

(raut mukanya mulai berubah. Saya merasa dia melihat saya, entah sebagai alien, atau pembohong)

Tante : Wah enak ya.. tapi kamu digaji kan?

Saya: ……iya….


Well… itu salah satu obrolan sore hari yang aneh. Tidak heran, orang biasanya bingung saat tahu bahwa saya bekerja dari rumah. Saya bahkan maklum kalau tetangga-tetangga mengira saya pengangguran. Susah sekali menjelaskannya. Saya bingung mau mulai dari mana. Kalau mau dirunut sih, aktivitas saya sekarang itu karena penelitian ilmuwan CERN, diantaranya Tim Berners Lee… yang pada akhirnya menggelinding menjadi satu kata: internet. Wah ini saja akan membuat orang malas bertemu saya lagi.

Jadi saya putuskan, bahwa saya tidak akan memperpanjang hal ini lagi. Beberapa harus dibuat tetap sederhana. Jadi, biarlah para tetangga tetap menganggap saya pengangguran… dan tante saya tetap menganggap saya aneh. Untung saja orangtua saya bisa mengerti. Satu-satunya yang tidak bermasalah sama sekali, mungkin hanya dua makhluk: si Putih dan si Bogel, dua anjing saya. Mereka setia sekali mengajak bermain, biarpun saya lengket di depan laptop.

Tentang bekerja dari rumah, mungkin saya termasuk ke dalam generasi millenials. Beberapa referensi mungkin dapat menjelaskan apa artinya itu.

Newsweek’s “Millenials: The Worker of The Future?”

Whatever you make of this attitude—smart, entitled, tech savvy, risky, or bold—Benton is arguably the prototype of the new and perhaps ideal worker in the post-recession economy. Like many millennials, a.k.a. Generation Yers, he does not mind flitting from project to project and doesn’t miss the traditional climb up the corporate ladder. He does not look to companies to provide safety nets such as health insurance, 401(k)s, or paid sick leave.

Intinya, millenials adalah bagian dari gaya hidup baru, termasuk dalam hal memilih pekerjaan, dimana seseorang bisa bekerja dari rumah. Memang, tidak semua profesi bisa melakukan pekerjaan dari rumah. Dokter, perawat, kuli, barista, termasuk jenis profesi yang tidak bisa dikerjakan dari rumah.

Tapi bagi beberapa orang, khususnya para Generasi Y, memilih pekerjaan yang disukai, dan melakukannya dengan cara yang efisien, seperti bekerja dari rumah, merupakan pilihan yang sangat menyenangkan. Anda bisa lebih fleksibel dengan waktu anda, dan tidak terjebak dalam rush hours harian yang kadang mengurangi produktivitas.

Di Indonesia, jumlah pekerja yang menyelesaikan pekerjaan dari rumah masih sangat sedikit. Itulah kenapa saya disangka pengangguran.

4 responses to “Tapi kamu digaji kan?

  1. wah kalo trendnya menjadikan itu sebagai indikator kemajuan, gw mau banget deh, hahahahaha

  2. ah itu cita-cita gw.
    trus gw tinggalnya di macam pedesaan gitu, sambil berladang juga jadi, hahaa! :P

  3. ney, coba jelaskan lebih lanjut maksudnya itu kerja apa?

  4. I really like (and reflect to) this post. Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s