Usaha Rumit Untuk Menjadi Sederhana

“Any fool can make things complicated, but it requires a genius to make things simple.”

Saya sangat terinspirasi dengan tulisan ini > klik disini

Tulisan itu sebenarnya sedikit sok-tahu, karena dia bilang “Why Elegant Simplicity is the Most Important Idea You’ve Never Heard Of“, sedangkan jelas-jelas orang Jepang sudah kenal prinsip Wabi-Sabi sejak ratusan tahun lalu. Orang ini idealis dan pintar, tapi kurang banyak membaca dan ceroboh.

Bagaimanapun, tulisan ini membuat saya banyak berpikir tentang pilihan-pilihan saya. Saya selalu punya kecenderungan untuk membuat segala sesuatunya lebih rumit. Beberapa bulan lalu, saya menjejal-jejalkan banyak kegiatan sekaligus dalam jadwal. Itu termasuk pekerjaan yang lebih dari satu, kursus bahasa dua kali seminggu, fitness, bertemu teman paling tidak dua kali seminggu dan satu atau dua acara lain. Itu membuat waktu saya sepertinya sangat terbatas. Jadi orang sibuk memang menyenangkan.

Tapi siapapun pasti tahu, kalau sibuk itu tidak identik dengan produktivitas.

Saya kemudian sakit. Lalu saya banyak berpikir. Lalu saya membaca artikel tadi. Dan saya jadi lebih banyak berpikir. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat segala sesuatunya lebih sederhana. Saya akan fokus ke hal-hal yang prioritas. Kursus bahasa berhenti dulu. Saya akan fokus di pekerjaan dan fitness aja. Sambil juga mengurangi frekuensi keluar rumah. Pertemuan-pertemuan tidak penting akan saya kurangi dulu.

Ini saja akan membuat saya menghemat banyak waktu, yang akhirnya bisa dipakai untuk hal lain yang lebih esensial: membaca buku, atau memikirkan hal-hal baru dalam menyelesaikan pekerjaan saya. Sementara itu, saya akan tetap belajar bahasa, tapi pakai cara-cara lain. Dengan memotong-motong kegiatan, saya bisa hemat waktu, uang dan tenaga.

Ah, menarik.

Simplicity requires less ego and more imagination, less complication and more creativity, less glamor and more gratitude, less attention to appearance and more attention to essence.

One response to “Usaha Rumit Untuk Menjadi Sederhana

  1. ahh couldn’t agree more.
    been dealing with “sok-complicated” people. Wht bother complicate things when it simply not that effective to be complicate?

    Jadi curcol ayke.
    dasar anak pintar si reney! ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s