Category Archives: Cinta

A letter for you, from me

I don’t know who you are. I don’t know if, at this time, we have met or not. I tried to figure out your face, your body, your scent, but i have no idea at all.

The only thing i know at this time, is that i’m preparing everything for you. You know… college, savings, life skills… that kind of stuffs.

I barely know you. But you know what… i love you already. I love you already, my future wife. I don’t know who you are, but you are the reason of the choices i made today.

Sincerely,

Reney, 2011

Happiness #5

Tumblr saya sudah mulai tidak terurus. Saya berencana mau hapus. Sekarang, saya pindahin dulu satu-satu isinya. Ini salah satunya.

Happiness #5

Ini tentang seseorang yang punya kepala yang sangat berisik. Saat dia berjalan, selalu ada sesuatu yang melintas di kepalanya.

Kadang itu suatu warna-warna yang melintas tanpa tentu arah. Kadang itu deretan kata-kata yang ia pernah baca dulu. Kadang itu rencana tentang besok atau lusa, atau tiga tahun sebelumnya. Kadang itu mimpi-mimpi yang ia ingat pernah ia lihat. Kadang itu potongan gambar-gambar dari film. Kadang itu beberapa kata biasa yang sedang menarik perhatiannya.

Kepalanya selalu berisik. Tidak perduli dengan siapa ia berada, seseru apa pembicaraan dengan temannya, atau apa yang ia ketik sekarang, kepalanya tetap selalu berisik. Selalu ada sesuatu yang melintas disana. Selalu macet, penuh, riuh tanpa terkendali.

Dia mencoba mengabaikan itu. Kadang itu bisa diabaikan. Tapi kadang tidak bisa.

Tapi ada satu hari, satu tempat dan satu orang yang membuatnya bingung. Itu adalah pertama kalinya ia bertemu dengan orang ini. Dan itu juga pertama kalinya ia merasakan bahwa kepalanya berhenti menjadi kacau. Semua ide, semua rencana, semua pengalaman, semua gambar dan bentuk dan kata dan warna dan semua sensasi yang pernah ia rasakan… semuanya itu seperti berhenti bergerak… dan semuanya bersama-sama dengan dirinya sendiri, untuk pertama kalinya, menikmati momen itu.

Momen dimana ia berada di tempat itu, di hari itu, bersama orang itu.

Ini pertama kalinya, keseluruhan dari dirinya berhenti berpencar-pencar kacau kemana-mana. Semuanya sepakat bahwa orang ini, waktu ini, dan tempat ini, adalah daya tarik luar biasa. Sejak saat itu, semua hal dari dirinya bekerja sama untuk mendapatkan perasaan itu lagi.

Sekarang semuanya sibuk sendiri-sendiri lagi. Baik warna, gambar, bentuk, rencana, kata-kata, kalimat, apapun itu, semuanya sibuk lagi dalam aktivitas masing-masing. Tapi bedanya, sekarang semuanya itu bergerak ke satu tujuan bersama.

Mereka sekarang sepakat, untuk mengusahakan agar sekali lagi mengalami perasaan itu lagi. Mungkin di tempat yang lain. Mungkin di waktu yang lain. Tapi asal dengan dirinya lagi.

:)

Tentang karier, cinta dan semua keanehannya

Tonight most people will be welcomed home by jumping dogs and squealing kids. Their spouses will ask about their day, and tonight they’ll sleep.

The stars will wheel forth from their daytime hiding places. And one of those lights, slightly brighter than the rest, will be my wingtip passing over.

Itu adalah kutipan dari film Up in The Air yang menggambarkan bagaimana hidup Ryan Bingham berbeda dari yang lain. Ryan, digambarkan sebagai seorang yang sangat sering bepergian dan menyukai hal itu. Ia suka kebebasan. Ia berencana tidak punya anak dan tidak ingin punya rumah.

Saya suka dengan karakter Ryan yang sangat solitary, independen dan nyaman dengan kesendirian. Saya juga mungkin tipe orang yang dibentuk untuk menjadi seperti itu. Saya lahir sebagai anak tunggal, dan kedua orangtua saya bekerja. Saya lalu mendapat pekerjaan yang bisa saya urus dari rumah.

Karena terbebas dengan masalah transportasi (yang menghabiskan uang, tenaga dan waktu), saya jadi punya banyak waktu luang untuk membaca, ikut beberapa kelas dan masih bisa mengobrol bersama teman-teman (asal pada malam harinya saya lembur).

Tapi tidak semuanya baik. Saya merasa kesepian. Efektif, tapi kesepian. Saya mencoba bertemu secara rutin dengan beberapa orang, tapi tampaknya, bagi orang-orang ini, pukul 9 pagi sampai 5 sore adalah waktu terbaik mereka. Sisanya adalah waktu mereka untuk memulihkan tenaga. Dan itu membuat obrolan dengan mereka menjadi sedikit ‘berbeda’.

Dalam hal hubungan-spesial, saya juga belum beruntung. Agak ironis memang, karena saya adalah kontributor artikel tips-tips hubungan romantis. Tapi saya sendiri menghadapi banyak masalah dalam hal cinta, seperti miskomunikasi, kesenjangan antara harapan dan kenyataan, ketidakpastian yang terlalu besar, dan sebagainya. Dalam hal hubungan cinta, sepertinya saya memang belum beruntung.

Tapi film Up In The Air memberikan saya ide untuk menata kembali cita-cita dan prioritas saya. Film ini tidak berakhir dengan Ryan Bingham menikah atau berubah. Film ini seperti hanya menjelaskan satu babak dalam hidup Ryan. Dan itu yang saya butuhkan.

Saya perlu yakin, bahwa semua misteri, ketidakpastian dan keanehan dalam hal hubungan cinta; serta semua isu tentang kesepian karena perbedaan pilihan hidup; hanyalah satu babak dalam hidup saya. Kadang, tidak perlu ada jawaban. Menyebalkan? Mungkin. Tapi beberapa hal perlu dihadapi dengan melebarkan hati, bukan dengan mendesak-desak mencari jawaban.

Cinta? Saya tidak tahu akan kemana arahnya.

Kesepian? Biar itu jadi urusan saya.

Kadang ada saatnya anda menikmati naik-turunnya roller coaster cinta, mengambil keputusan drastis, atau mengijinkan diri anda dikendalikan emosi/ perasaan/ insting. Tapi saat terlalu banyak ketidakpastian, saat harapan jadi too-good-to be-true, maka yang terbaik yang bisa dilakukan adalah menghela nafas, bicara dengan 1-2 teman terdekat, memainkan musik favorit, lalu kemudian memikirkan apa yang harus dilakukan setelah ini.

Saya mungkin akan kembali ke hal-hal favorit saya… membaca buku, mendengarkan lagu-lagu, berusaha menikmati oatmeal saya, dan mencari apapun yang menarik perhatian saya. Mendatangi acara-acara menarik, atau menikmati obrolan-obrolan menyenangkan dengan teman-teman Saya juga akan menikmati rasanya menata urusan seperti rencana studi, tabungan/keuangan, pakaian, travel, dan sebagainya.

Itu sudah cukup untuk membuat segalanya menyenangkan lagi.