Tag Archives: Lingkaran setan

Secuil Kekecewaan di Sebuah Pagi yang Indah

2 Juli 2008, 6.50 pagi

Matahari cerah. Udara begitu menyegarkan. Dunia terasa tersenyum menyapa ramah. Alam memeluk begitu mesra, seolah menghilangkan kesepian didalam hati.

Setidaknya sampai aku membuka Koran Tempo edisi online hari ini. Satu lagi anggota dewan tertangkap tangan membawa uang dalam jumlah besar. Bukti-bukti dan beberapa informasi cukup untuk mengaitkan dia kepada satu dugaan: suap.

Ada apa ini? Satu lagi setelah Al-Amin Nasution (PPP), Hamka Yandhu dan Antony Z. Abidin (keduanya dari Partai Golkar), Noor Adenan Razak (PAN), serta Sarjan Taher (Partai Demokrat). Satu dari sebuah jumlah yang masif, terencana dan tersistem rapi, terbungkus dengan manis didalam sebuah gedung dengan desain mirip dada perempuan: Gedung MPR DPR.

Korupsi, suap, nepotisme, dan sebagainya, adalah kejahatan tak manusiawi. Dengan uang yang sama, seorang anak di Papua dapat disekolahkan. Dengan uang yang sama, beasiswa dapat diberikan kepada, misalnya, anak seorang buruh tambang yang pintar luar biasa. Uang yang sama, dapat merubah masa depan orang lain. Merubah masa depan orang lain berarti merubah dunia. Ingatkah kita bahwa kemiskinan merupakan lingkaran setan? Kemiskinan > ketiadaan pendidikan > kekurangan sarana kebersihan > ketidakmampuan mendapat pekerjaan yang baik > kemiskinan.

Oke, mungkin lingkaran setannya tidak mirip seperti itu, tetapi, ya sudahlah.

Semoga satu per satu anggota dewan yang melakukan penyimpangan apapun tertangkap. Dan marilah kita berdoa, supaya gedung itu tidak akan kosong nantinya karena semua anggota dewan masuk penjara. Bagaimanapun juga, kita butuh anggota dewan untuk ditertawakan habis-habisan, diinjak-injak, dimaki, digugat, dan diselidiki. Walaupun semua itu hanya dalam ruang-ruang imajinasi kita.